Kupu-kupu, si Cantik nan Elegan yang Rapuh


Kupu-kupu yang lucu~
Kemana engkau terbang?~
Hilir mudik mencari~
Bunga-bunga yang kembang~

Hayooo... Pasti langsung ingat lagu anak-anak itu begitu baca judul kan? 

Kupu-kupu, atau nama ilmiahnya Lepidoptera, adalah serangga bertubuh ramping dan bersayap lebar yang suka bertengger di kelopak bunga, dan membantu penyerbukan pada tumbuhan. 

Secara teknis, kupu-kupu memang mirip ngengat. Tapi kalau kamu susah membedakan siapa yang kupu-kupu dan siapa yang ngengat, coba deh kamu intip perkarangan rumah kamu. Kalau kamu ketemunya pas jam orang-orang berangkat kerja, nah, itu kupu-kupu. 

Kupu-kupu adalah serangga dewasa, artinya waktu kecil mereka bentuknya adalah menyerupai larva. 

Yap, betul sekali. Namanya ulat, atau dikenal sebagai Caterpillar

Setelah ulat menetas dari telurnya, biasanya mereka akan langsung pergi ke daun terdekat. Untuk apa? Untuk makan! Makan, makan, dan makan. Makan aja terus! Yah, memang itu siklus hidupnya, mohon maklum. 

Anyway, cara ulat kupu-kupu dan ulat ngengat makan daun itu beda loh. Biasanya ulat kupu-kupu akan makan daun mulai dari ujungnya, lalu merambat ke tengah-tengah sehingga menciptakan sobekan rapi berbentuk busur. Sedangkan untuk ulat ngengat, mereka akan makan dari permukaannya. Jadi kalau kamu lihat daun yang permukaannya terkupas seperti dikuliti, kemungkinan besar itu adalah ulah ulat ngengat. 

Selain makan, ulat juga sering ganti kulit seperti reptil. Proses ini disebut molting. Sama seperti reptil, kulitnya tidak ikut tumbuh bersama tubuhnya yang terus menerus membesar seiring waktu. Lalu kulit yang terbuang kemudian akan dimakan seperti cemilan. Lumayan protein gratis, hehe. 

Tahap selanjutnya adalah kepompong atau pupa. 

Cara ulat kupu-kupu dan ulat ngengat saat membentuk kepompong itu beda. Kalian tahu kain sutra? Yap, kain itu terbuat dari benang sutra, yaitu benang yang dihasilkan langsung dari mulut ulat sutra. Ulat sutra akan melilitkan benang yang mengelilingi tubuhnya sebelum berubah jadi kepompong. Nah, itu adalah cara ulat ngengat bermetamorfosis. 

Sedangkan ulat kupu-kupu akan merekatkan ujung tubuhnya di bawah ranting atau daun dengan sedikit benang. Kulitnya secara perlahan-lahan akan mengeras dan berubah jadi kepompong. Beberapa minggu kemudian, mereka akan merobek lapisannya dan hidup sepenuhnya sebagai kupu-kupu. 

Meskipun cantik, tapi kupu-kupu tidak bisa makan seperti dulu lagi. Beberapa spesies bahkan hidup hanya untuk kawin dan bertelur, lalu mati dan siklusnya berulang. Tapi ada beberapa spesies yang bisa hidup dengan menyedot nektar bunga, sekalian membantu penyerbukan melalui kaki-kakinya. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisah di balik Ganasnya sang Raja Hutan

Tanuki, si Lucu Berbulu Halus